RUDAL: Sisa Stok Rudal-rudal AS Melawan Iran
Perang melawan Iran telah menguras persediaan rudal Amerika Serikat.
Perang melawan Iran telah menguras persediaan rudal Amerika Serikat.
Perang melawan Iran telah menguras persediaan rudal Amerika Serikat.
Perang melawan Iran telah menguras persediaan rudal Amerika Serikat.
Moskwa, Beritasatu.com – Pemerintah Rusia mengonfirmasi Presiden Indonesia Prabowo Subianto akan hadir menjadi tamu utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang digelar di Vladivostok, Rusia, pada 1-4 September mendatang. ...
Moskwa, Beritasatu.com – Pemerintah Rusia mengonfirmasi Presiden Indonesia Prabowo Subianto akan hadir menjadi tamu utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang digelar di Vladivostok, Rusia, pada 1-4 September mendatang.
Konfirmasi tersebut disampaikan Penasihat Kebijakan Luar Negeri Kremlin Yury Ushakov kepada wartawan pada Jumat (28/8/2026) waktu setempat.
"Pada kesempatan kali ini, Presiden Indonesia Bapak Subianto akan menjadi tamu utama dalam Eastern Economic Forum ke-11," ujar Ushakov, mengutip Sputnik, Minggu (30/8/2026).
Ushakov juga mengungkapkan, Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu dengan Prabowo dalam pertemuan bilateral di sela-sela forum tersebut pada Kamis (3/9/2026).
EEF merupakan forum ekonomi tahunan yang digelar Rusia di
TRIBUNNEWS.COM, UKRAINA — Sedikitnya 37 orang tewas dan banyak lainnya terluka setelah sebuah drone Rusia menghantam gudang amunisi di Myla, distrik Kyiv, Ukraina, Jumat (28/8/2026). Serangan tersebut memicu kebakaran besar dan ra...
TRIBUNNEWS.COM, UKRAINA — Sedikitnya 37 orang tewas dan banyak lainnya terluka setelah sebuah drone Rusia menghantam gudang amunisi di Myla, distrik Kyiv, Ukraina, Jumat (28/8/2026).
Serangan tersebut memicu kebakaran besar dan rangkaian ledakan di kawasan dekat permukiman. Keberadaan gudang yang menyimpan bahan peledak membuat dampak serangan udara menjadi jauh lebih parah dan memperluas risiko bagi warga di sekitarnya.
Kepala Administrasi Militer Wilayah Kyiv Tymur Tkachenko mengatakan hingga Sabtu (29/8/2026) sore, sedikitnya 37 orang telah meninggal dunia. Jumlah korban masih dapat bertambah karena proses penanganan dan pencarian di lokasi belum sepenuhnya selesai.
Insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan yang
Banjir bandang yang menerjang Nepal Rabu (26/8) terjadi dalam tempo seketika dan tanpa ada peringatan dini dari pemerintah setempat. Sejumlah pejabat Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal memperkirakan, dari sejumlah gambar y...
Banjir bandang yang menerjang Nepal Rabu (26/8) terjadi dalam tempo seketika dan tanpa ada peringatan dini dari pemerintah setempat.
Sejumlah pejabat Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal memperkirakan, dari sejumlah gambar yang diperiksa, terlihat massa es dalam jumlah besar, kemungkinan berasal dari gletser, runtuh dari lereng gunung di sisi Tibet.
Material itu secara tiba-tiba meluncur deras menuruni lereng bersama batu dan sedimen, seperti dikutip BBC.
Pemerintah Nepal menduga runtuhan tersebut mungkin melepaskan air dalam jumlah besar sekaligus menghasilkan aliran material longsoran yang sangat kuat.
Temuan itu sejalan dengan pengamatan yang sebelumnya disampaikan sejumlah pejabat Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal kepada BBC.
Liputan6.com, Kathmandu - Upaya membangun kembali infrastruktur Nepal setelah diterjang banjir dahsyat pada pekan ini diperkirakan membutuhkan biaya sedikitnya US$ 5 miliar atau sekitar Rp 88,7 triliun (kurs 17.757 per US$). Perki...
Liputan6.com, Kathmandu - Upaya membangun kembali infrastruktur Nepal setelah diterjang banjir dahsyat pada pekan ini diperkirakan membutuhkan biaya sedikitnya US$ 5 miliar atau sekitar Rp 88,7 triliun (kurs 17.757 per US$). Perkiraan tersebut disampaikan satu-satunya miliarder Nepal, Binod Chaudhary.
Dikutip dari The Straits Times, Sabtu (30/8/2026), Chaudhary, yang merupakan ketua Chaudhary Group, mengatakan dirinya tidak akan terkejut jika total biaya pemulihan nantinya mencapai angka tersebut.
“Saya tidak akan terkejut jika biaya akhirnya meningkat hingga level tersebut," kata Chaudhary.
“Ini bukan hanya soal uang, tetapi juga waktu yang dibutuhkan dan kondisi geografis yang sulit.”
Chaudhary Group memiliki bisnis yang mencakup 12
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri forum ekonomi East Econoy Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia pada 1-4 September. Prabowo juga direncanakan akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin d...
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri forum ekonomi East Econoy Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia pada 1-4 September.
Prabowo juga direncanakan akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan bilateral di sela-sela acara forum EEF.
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin Yury Ushakov pada Jumat (28/8) mengonfirmasi mengenai kepastian tersebut.
"Pada kesempatan kali ini, Presiden Indonesia Bapak Subianto akan menjadi tamu utama dalam Eastern Economic Forum ke-11," ujarnya dikutip dari kantor berita Rusia RIA Novosti.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Putin dijadwalkan akan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo di sela-sela forum ekonomi tersebut pada 3 September.
Ushakov
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Seorang peserta magang teknis asal Indonesia mengalami luka serius setelah lengan kirinya terjepit mesin konveyor saat bekerja di sebuah fasili...
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Seorang peserta magang teknis asal Indonesia mengalami luka serius setelah lengan kirinya terjepit mesin konveyor saat bekerja di sebuah fasilitas pengolahan limbah industri di Kota Tendo, Prefektur Yamagata, Jepang, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 14.15 waktu setempat.
Peristiwa terjadi di ruang daur ulang fasilitas yang berada di Ishidorii 1-chome, Kota Tendo.
Menurut kepolisian, korban merupakan pria Indonesia berusia 25 tahun yang bekerja sebagai peserta magang teknis.
Saat kejadian, korban sedang bekerja seorang diri untuk mengolah material bekas.
Ketika melakukan pembersihan, lengan kirinya tersangkut pada bagian rol tempat sabuk konveyor berbalik arah
Beirut (ANTARA) - Pesawat dan artileri Israel melancarkan serangan intensif ke sejumlah wilayah Lebanon selatan pada Sabtu (28/8), kata sumber militer Lebanon kepada RIA Novosti. "Pesawat Israel melancarkan serangkaian serangan se...
Beirut (ANTARA) - Pesawat dan artileri Israel melancarkan serangan intensif ke sejumlah wilayah Lebanon selatan pada Sabtu (28/8), kata sumber militer Lebanon kepada RIA Novosti.
"Pesawat Israel melancarkan serangkaian serangan sekitar tiga jam lalu di wilayah antara kawasan al-Deir dan Bukit Ali Al Taher di pinggiran utara Nabatieh El Faouqa. Dua serangan udara juga dilakukan di permukiman Mansouri," katanya.
Menurut sumber militer itu, artileri Israel menembaki permukiman Haris dan daerah di antara Haris dan Haddatha, serta memicu ledakan kuat di area antara permukiman Markaba dan Rab El Thalathine.
Selain itu, pesawat nirawak rezim Zionis penjajah Bangsa Palestina itu juga menembakkan
Jakarta, tvOnenews.com - Kebakaran hutan di Provinsi Jijel, Aljazair, mengakibatkan 73 orang meninggal dunia. Berdasarkan otoritas setempat, kebakaran hutan ini menyebabkan kerusakan luas pada lahan vegetasi. Selain itu, kebakara...
Jakarta, tvOnenews.com - Kebakaran hutan di Provinsi Jijel, Aljazair, mengakibatkan 73 orang meninggal dunia.
Berdasarkan otoritas setempat, kebakaran hutan ini menyebabkan kerusakan luas pada lahan vegetasi.
Selain itu, kebakaran hutan turut menyebabkan kerusakan parah terhadap rumah, properti dan lahan pertanian warga setempat.
Kondisi ini menjadikannya sebagai salah satu kebakaran terparah yang pernah melanda wilayah tersebut.
Sambil dilakukan penilaian tingkat kerusakan secara menyeluruh, otoritas Aljazair menyebut operasi pemadaman api masih berlangsung di sejumlah wilayah. (ant/nsi)
KATHMANDU, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Nepal Shisir Khanal menepis anggapan bahwa China sengaja menyembunyikan informasi mengenai potensi banjir bandang dahsyat yang menerjang Nepal pada Rabu (26/8/2026). Menurut Khanal...
KATHMANDU, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Nepal Shisir Khanal menepis anggapan bahwa China sengaja menyembunyikan informasi mengenai potensi banjir bandang dahsyat yang menerjang Nepal pada Rabu (26/8/2026).
Menurut Khanal, sifat bencana yang berlangsung sangat tiba-tiba menunjukkan tidak ada pemerintah yang memiliki gambaran lengkap mengenai apa yang akan terjadi sebelumnya. China, kata dia, kemungkinan juga tidak memiliki informasi menyeluruh terkait ancaman tersebut.
"Dalam konteks khusus ini, tampaknya pihak China pun, mungkin tidak memiliki informasi lengkap. Kejadiannya berlangsung sangat tiba-tiba, warga mereka juga sangat terdampak, dan wilayah perbatasan di kedua sisi mengalami kerusakan parah," ujar Khanal.
Pernyataan tersebut muncul setelah media
Teheran, Beritasatu.com - Iran telah mencapai kesepahaman dengan Oman mengenai pengaturan transit melalui Selat Hormuz. Namun, kesepahaman tersebut belum dapat diterapkan sebelum Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmen yang telah d...
Teheran, Beritasatu.com - Iran telah mencapai kesepahaman dengan Oman mengenai pengaturan transit melalui Selat Hormuz. Namun, kesepahaman tersebut belum dapat diterapkan sebelum Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmen yang telah disepakati.
Menurut laporan kantor berita Tasnim, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi, mengatakan kesepahaman dengan Oman tidak secara otomatis masuk ke tahap implementasi.
"Kesepahaman ini tidak akan secara otomatis memasuki tahap implementasi," kata Gharibabadi, mengutip Anadolu, Minggu (30/8/2026).
Ia menekankan, penerapan kesepahaman tersebut bergantung pada pemenuhan komitmen dari pihak lain, terutama AS. Pemerintah Iran, disebut Gharibabadi, akan mengambil langkahnya setelah komitmen tersebut dipenuhi.
"Implementasi kesepahaman
Liputan6.com, Moskow - Pemimpin Soviet Vladimir Lenin ditembak dua kali oleh Fanya Kaplan, anggota Partai Revolusioner Sosialis Rusia, setelah berpidato di sebuah pabrik di Moskow pada 30 Agustus 1918. Dikutip dari History.com, Mi...
Liputan6.com, Moskow - Pemimpin Soviet Vladimir Lenin ditembak dua kali oleh Fanya Kaplan, anggota Partai Revolusioner Sosialis Rusia, setelah berpidato di sebuah pabrik di Moskow pada 30 Agustus 1918.
Dikutip dari History.com, Minggu (30/8/2026), Lenin mengalami luka parah tetapi selamat dari serangan tersebut. Upaya pembunuhan itu kemudian memicu gelombang pembalasan oleh kaum Bolshevik terhadap kelompok Revolusioner Sosial dan para lawan politik lainnya.
Ribuan orang dieksekusi ketika Rusia semakin terjerumus ke dalam perang saudara.
Lenin lahir dengan nama Vladimir Ilich Ulyanov pada 1870. Ketertarikannya terhadap perjuangan revolusioner muncul setelah kakak laki-lakinya dieksekusi pada 1887 karena terlibat rencana pembunuhan terhadap Tsar Alexander