Inflasi Medis RI Diprediksi 17,8 Persen pada 2026, Biaya Berobat Kian Mahal
JAKARTA, KOMPAS.com - Biaya layanan kesehatan di Indonesia diproyeksikan terus meningkat pada 2026. Kondisi ini tercermin dari proyeksi inflasi medis Indonesia yang mencapai 17,8 persen, jauh di atas rata-rata inflasi medis negara-negara Asia. Berdasarkan Mercer Marsh Benefits Health Report 2026 yang diterbitkan pada November 2025, inflasi medis Indonesia pa...
JAKARTA, KOMPAS.com - Biaya layanan kesehatan di Indonesia diproyeksikan terus meningkat pada 2026. Kondisi ini tercermin dari proyeksi inflasi medis Indonesia yang mencapai 17,8 persen, jauh di atas rata-rata inflasi medis negara-negara Asia.
Berdasarkan Mercer Marsh Benefits Health Report 2026 yang diterbitkan pada November 2025, inflasi medis Indonesia pada 2026 diproyeksikan mencapai 17,8 persen.
Angka tersebut berada di kisaran 11 hingga 12 persen untuk rata-rata negara-negara Asia dan sekitar tujuh kali lebih tinggi dibandingkan inflasi umum di Indonesia.
Kenaikan biaya kesehatan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya harga obat-obatan, pemanfaatan teknologi medis, hingga tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan