Wiz.or.id, Makassar — Ada suara riuh rendah hafalan Al-Qur’an yang berhembus dari balik jendela asrama sederhana. Di bilik-bilik itu, para santri mendedikasikan hari-hari mereka untuk merajut ayat demi ayat suci. Namun di balik ikhtiar besar tersebut, urusan dapur pondok pesantren terkadang menyimpan cerita perjuangannya sendiri.
Sepanjang Juli 2026, langkah para relawan bergerak mantap menembus jalanan Makassar, merangsek ke Takalar, hingga menyusur sudut-sudut Kabupaten Gowa. Tujuannya satu: memastikan lumbung pangan di sejumlah pondok pesantren dan rumah Al-Qur’an kembali terisi melalui Program Sedekah Beras Santri.
Bagi para santri, karung-karung beras yang datang bukan sekadar logistik bulanan. Ini adalah energi penggerak agar mereka
.....selengkapnya