Pakar kebijakan lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rijal Ramdani, MPA, PhD, menyoroti perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Kalimantan. Ia menilai, bukan fenomena El NiƱo yang menjadi pemicu utama karhutla, melainkan aktivitas manusia.
Rijal mengatakan, selaras dengan penjelasan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sistem peringatan karhutla memetakan kondisi cuaca yang mendukung terjadinya kebakaran jika terdapat sumber api atau hotspot. Artinya, kondisi meteorologis dapat meningkatkan kerentanan, tetapi kebakaran tetap butuh sumber penyulut untuk bisa mulai terjadi.