Tepat 98 tahun lalu, pemuda-pemudi Nusantara meruntuhkan sekat primordialisme untuk memancangkan satu identitas: Indonesia. Hari ini, 28 Oktober 2026, janji suci itu kembali ditagih oleh Ibu Pertiwi yang sedang berada dalam kondisi kritis.
Generasi muda Indonesia kini berdiri di persimpangan sejarah yang krusial: memilih diam dan membiarkan bangsa ini tenggelam dalam kebobrokan, atau bangkit menopang kehidupan negara-bangsa demi memutus rantai ketidakadilan yang kian nyata.
Kita tidak sedang baik-baik saja. Narasi “Indonesia Emas 2045” berisiko menjadi ilusi statistik jika kita menutup