TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Kedaulatan Teknologi, Keamanan, dan Demokrasi Henna Virkkunen memperingatkan risiko kecerdasan buatan (AI) berkembang hingga berada di luar kendali manusia.
Dalam wawancara dengan lembaga penyiaran Finlandia Yle pada Selasa, Virkkunen mengatakan Uni Eropa (EU) memandang kemungkinan manusia kehilangan kendali atas AI sebagai salah satu risiko keamanan paling serius.
“Teknologi-teknologi ini berkembang begitu cepat sehingga mekanisme perlindungan menjadi sangat diperlukan,” katanya, mengutip Anadolu Agency, Rabu (26/8/2026).
Virkkunen menekankan pentingnya memastikan teknologi AI beroperasi dalam