Jakarta (ANTARA) - Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute (TII) Made Natasya Restu Dewi Pratiwi menilai pemerintah perlu memutus ketimpangan akses kesehatan guna mengurangi angka kematian ibu (AKI).
“Ketimpangan antarwilayah juga masih menjadi tantangan serius. Buktinya, AKI di wilayah region Nusa Tenggara-Maluku-Papua pun mencapai 317 per 100.000 kelahiran hidup, atau sekitar 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan angka nasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa percepatan penurunan AKI tidak dapat hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi perlu memperkuat tata kelola, pemerataan akses, serta