Pendidikan Indonesia tidak kekurangan program. Justru mungkin terlalu banyak program. Kurikulum berubah, asesmen diperbarui, pelatihan guru digelar, anggaran pendidikan terus dialokasikan, dan berbagai gerakan peningkatan mutu datang silih berganti. Namun, hasil belajar peserta didik belum menunjukkan perubahan yang sebanding.
Di sinilah persoalannya, yaitu barangkali yang kurang bukan program, melainkan kemampuan mengubah program menjadi sistem kerja sekolah yang konsisten.
Rapor Pendidikan, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan Programme for International Student Assessment (PISA) memberi kita cukup banyak petunjuk. Rapor Pendidikan 2026 memuat