TRIBUNNEWS.COM - Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis menjadi perhatian publik sepanjang 2026 menyusul sejumlah peristiwa yang melibatkan peserta pendidikan dokter spesialis.
Kasus-kasus tersebut mencakup meninggalnya peserta PPDS, dugaan perundungan hingga persoalan etika tenaga kesehatan di media sosial.
Di tengah sorotan tersebut, dr. Rabbania Hiksas, BMedSc (Hons), SpOG, menyelesaikan pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.
Rabbania menceritakan pengalaman selama menjalani pendidikan spesialis, termasuk tuntutan akademik, jadwal jaga, interaksi