Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin edar terapi gen pertama untuk penanganan Spinal Muscular Athropy (SMA) di Indonesia sebagai upaya mendukung akses terhadap inovasi yang aman, berkhasiat, bermutu merespons penyakit genetik langka tersebut.
Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar mengatakan, SMA atau atrofi otot spinal merupakan penyakit genetik langka yang menyebabkan kelemahan otot progresif akibat kerusakan sel saraf motorik.
"Penyakit langka ini diperkirakan terjadi pada sekitar 1 dari 10.000 kelahiran hidup di seluruh dunia dan