Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan varietas unggul kakao berproduktivitas tinggi, tahan hama dan penyakit, serta adaptif terhadap berbagai lingkungan guna memperkuat produktivitas dan keberlanjutan kakao nasional.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN Prof Rubiyo mengatakan inovasi bahan tanam perlu diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan pekebun dan mudah diterapkan di berbagai sentra produksi kakao Indonesia.
“Inovasi teknologi yang mudah diadopsi oleh masyarakat kakao Indonesia,” kata Rubiyo dalam diskusi panel Regional Learning Forum on Sustainable