Hipertensi menjadi salah satu penyakit terbanyak yang dilaporkan di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Bukan tanpa alasan, bencana alam seperti gempa bumi memang berkaitan dengan meningkatnya tekanan darah pada warga terdampak.
Dikutip dari detikhealth, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hipertensi menjadi penyakit kedua yang dilaporkan di wilayah terdampak gempa NTT, setelah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sebanyak 4686 kasus hipertensi, tercatat pada periode 15-25 Agustus 2026.
Tingginya laporan hipertensi setelah gempa ini menarik perhatian. Gempa tak secara langsung