Sekitar 1.400 orang hilang pada banjir bandang Nepal dan Tibet, China sejak Rabu (26/8/2026) pukul 08.37 waktu setempat. Mayoritas orang hilang di antaranya turis. Sedangkan korban jiwa mencapai hampir 400 orang.
Dilansir The Guardian, ancaman banjir baru muncul di Himalaya lantaran dua danau yang terbentuk di dua sisi perbatasan berisiko jebol ke lokasi bencana banjir bandang.
Baik Nepal maupun China menilai banjir tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser yang mendorong bebatuan, es, lumpur, dan puing-puing ke dalam sistem sungai di pegunungan.