REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Singkong bukan sekadar pangan tradisional. Di tangan perguruan tinggi dan pelaku usaha masyarakat, komoditas lokal Banjarnegara tersebut dikembangkan menjadi mocaf dan berbagai pangan alternatif yang bernilai tambah. Upaya itu dilakukan Pusat Inovasi, Hilirisasi, dan Percepatan Swasembada Pangan (Puskor IHSP) LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Bertajuk "Penerapan Teknologi Produksi Mocaf dan Produk Pangan Pokok Alternatif Pengganti Beras dan Terigu untuk Menguatkan Daya Saing Usaha Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Unggulan Banjarnegara", Unsoed ingin pangan lokal