Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai pengurangan surat-surat berharga (SSB) oleh perbankan tidak akan otomatis meningkatkan pasokan di pasar dan menekan harga maupun yield karena mekanisme pasar uang akan menyerap kebutuhan likuiditas antarbank.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis mengatakan bank yang membutuhkan likuiditas cenderung menggunakan transaksi repo daripada melepas SSB secara besar-besaran ke pasar.
"Harapan kita sebenarnya itu tercipta di pasar uangnya. Bank-bank yang kekurangan likuiditas akan membutuhkan SSB,” kata Alexander dalam Taklimat Media Bank Indonesia di