TRIBUNNEWS.COM - Enam bulan setelah perang Iran dan Amerika Serikat (AS) pecah, keberadaan dan kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mulai dipertanyakan sebagian masyarakat.
Mojtaba disebut mengalami luka parah dalam serangan udara yang mengawali perang pada awal Maret 2026. Sepekan setelah konflik dimulai, ia kemudian diangkat menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Namun, sejak pengangkatannya, Mojtaba hampir tidak pernah terlihat di hadapan publik. Tidak ada foto resmi, rekaman video, maupun pesan suara yang menunjukkan keberadaannya secara langsung.