Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jepang menghabiskan dana 15,4 triliun yen atau US$ 96,5 miliar (Rp 1.713 triliun, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di 17.760). Nilai itu tertinggi yang pernah tercatat untuk intervensi di pasar valuta asing selama sebulan terakhir, berdasarkan data Kementerian Keuangan. Dana tersebut digelontorkan untuk menopang yen.
Mengutip Channel News Asia, ditulis Minggu, (30/8/2026), besarnya intervensi ini mencerminkan tekat kuat Jepang untuk mengangkat nilai yen dari level terendah dalam empat dekade. Pelemahan ini mengancam keuntungan perusahaan eksportir