Liputan6.com, Jakarta - Minat investasi di sektor manufaktur Jawa Tengah makin tinggi. Pemerintah mengungkap bahwa deretan investor kini bahkan harus mengantre untuk menanamkan modalnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan bahwa tingginya animo investor tercermin dari tingkat keterisian lahan (occupancy rate) di kedua kawasan industri tersebut yang telah menyentuh angka 100%. Menanggapi kondisi ini, pemerintah bergegas menyiapkan skema perluasan kawasan.
"Itu potensi investor yang masih akan