JAKARTA, KOMPAS.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menghadapi tekanan pada perdagangan Senin (31/8/2026).
Pasar masih mencermati sinyal Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh yang kembali menyoroti inflasi Amerika Serikat (AS).
Inflasi AS dinilai belum menunjukkan perlambatan signifikan. Kondisi tersebut membuka peluang kenaikan suku bunga The Fed jika inflasi tidak kembali menuju target 2 persen.
Tekanan terhadap IHSG juga datang dari meningkatnya kembali ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Kombinasi kedua sentimen tersebut berpotensi membuat investor lebih berhati hati