Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi. Penanganan sedimentasi sungai kini menjadi prioritas mendesak guna memangkas risiko banjir berulang akibat tingginya curah hujan.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan hal tersebut saat menerima Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (28/8). Pertemuan ini membahas progres pemulihan sekaligus identifikasi kebutuhan penanganan lanjutan di kawasan rawan bencana.
Berdasarkan pendataan resmi, total nilai kerusakan dan kerugian akibat bencana mencapai Rp33,4 triliun. Pemprov Sumbar