Jakarta (ANTARA) - Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) mendorong pelaku industri kosmetik untuk menerapkan praktik perdagangan yang bertanggung jawab, khususnya dalam penyampaian klaim produk di ranah digital.
“Tentunya bagaimana cara mempertanggungjawabkannya, melalui dengan sains apakah ada temuan ilmiahnya yang bisa untuk mem-backup itu,” kata Ribut Purwanti selaku Tim Kebijakan Publik dan Keberlanjutan Perkosmi, dalam temu media di Jakarta, pada Selasa.
Ribut menilai perkembangan perdagangan kosmetik melalui e-commerce perlu didukung ekosistem digital yang bertanggung jawab dan beretika karena menghadirkan tantangan yang