ADA perubahan besar dalam kehidupan ekonomi Indonesia: transaksi semakin mudah, tetapi keputusan konsumen semakin kompleks.
Dengan telepon genggam, seseorang dapat memilih barang, menerima tawaran, membayar, menggunakan layanan keuangan, menyimpan data pribadi, bahkan menyelesaikan persoalan tanpa bertemu.
Kemudahan tentu patut disyukuri. Namun, di baliknya ada pertanyaan mendasar: apakah sistem yang semakin cepat juga semakin mampu melindungi manusia yang menggunakannya?
Konsumen membutuhkan informasi yang benar, pilihan yang wajar, data yang aman, serta kepastian bahwa ketika sesuatu berjalan keliru, ada pihak yang bertanggung