JAKARTA, KOMPAS.com- Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah mengumpulkan bukti terkait kasus beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan pemerintah.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan, pengumpulan bukti dilakukan dengan memeriksa sampel beras fortifikasi yang beredar di pasaran melalui sejumlah laboratorium.
"Sekarang, kita menyusun laporan, sudah menyusun laporan. Sudah ada empat lab yang memeriksa. Hasilnya sama, yang tidak sesuai standar yang ketentuan kita itu 90 persen lebih," ucap Amran ketika ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (1/9/2026).