TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnasser Hemmati menegaskan negaranya masih memiliki cadangan valuta asing yang cukup di tengah meningkatnya sanksi dan tekanan ekonomi dari Amerika Serikat (AS).
Hemmati mengatakan Bank Sentral Iran siap menyuntikkan hingga US$2 miliar ke pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar rial yang kembali mengalami tekanan terhadap dolar AS.
Ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump, Hemmati menegaskan bahwa Iran masih memiliki sumber daya valuta asing yang memadai.
“Iran memiliki valuta asing, dan jumlahnya cukup.”
Pernyataan