TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Krisis geopolitik global yang belum kunjung mereda dikhawatirkan membuat beban APBN semakin berat. Subsidi energi yang harus dialokasikan dikhawatirkan membengkak hingga menjadi Rp700 triliun.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, krisis geopolitik dipicu oleh perang Amerika Serikat dengan Iran serta perang Rusia dan Ukraina menjadi pemicu utama keterbatasan pasokan minyak dan gas.
"Dengan kondisi geopolitik ini, akan berdampak terhadap kondisi energi secara keseluruhan. Dampak geopolitik ini menyebabkan terjadinya gangguan rantai pasok ketersediaan energi