Oleh: Hasani Ahmad Said, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perdebatan mengenai masa iddah politik dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, kembali membuka ruang diskusi mengenai hubungan NU dengan politik praktis. Dalam konteks tersebut, gagasan mengenai penguatan politik kebangsaan NU di atas kepentingan partai politik menjadi penting untuk dikedepankan.
Dalam kerangka pemikiran tersebut, politik bagi NU semestinya tidak berhenti pada perebutan posisi kekuasaan. Politik harus ditempatkan sebagai sarana menghadirkan kemaslahatan, menjaga persatuan,