JAKARTA, KOMPAS.com - Di balik layar ponsel pintar dan derasnya arus konten digital, ratusan anak Indonesia tercatat terpapar paham kekerasan maupun radikalisasi sepanjang 2026.
"Menurut data dari aparat penegak hukum, dalam hal ini Densus 88 Antiteror Polri, bahwa dari Januari hingga Agustus 2026 ada sebanyak 620 anak yang kategorinya terpapar, baik itu paham kekerasan maupun radikalisasi," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Eddy menjelaskan, mayoritas anak yang terpapar berada pada