NEW YORK, KOMPAS.com - Uber Technologies akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 3.300 karyawan atau 10 persen dari total tenaga kerjanya.
PHK ini menjadi yang terbesar dilakukan Uber sejak pandemi Covid-19. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memangkas lapisan manajemen dan menyederhanakan organisasi di tengah meningkatnya persaingan bisnis, termasuk dari layanan taksi tanpa pengemudi atau robotaxi.
Dikutip dari Reuters, CEO Uber Dara Khosrowshahi menyatakan, restrukturisasi dilakukan untuk mengurangi kompleksitas organisasi yang terbentuk selama periode pertumbuhan pesat perusahaan.