Surabaya (ANTARA) - Ada benda-benda sederhana yang digantung di atas kepala, menunggu tangan-tangan yang hendak mengambilnya. Ada perlengkapan rumah tangga, makanan ringan, sabun, dan berbagai barang sehari-hari. Sesaat kemudian, suasana berubah riuh. Orang berebut, tertawa, lalu pulang membawa sesuatu.
Begitulah salah satu wajah Brayakan dalam peringatan Maulid Nabi di Surabaya. Tradisi yang tampak sederhana itu kembali hadir pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Convention Hall Surabaya, Rabu (2/9/2026), ketika sekitar 1.400 anggota dan keluarga besar Tim Penggerak