REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Persaingan Amerika Serikat dan China kini tidak lagi hanya berlangsung di darat, laut, udara, perdagangan, ataupun teknologi kecerdasan buatan. Ratusan kilometer di atas permukaan Bumi, dua kekuatan terbesar dunia itu semakin serius membangun kemampuan yang suatu hari dapat menentukan siapa yang menguasai medan perang di ruang angkasa.
Salah satu sinyal terbarunya muncul pada Juni 2026 ketika pesawat antariksa nirawak China yang sangat dirahasiakan melepaskan sebuah objek kecil di orbit. Objek tersebut kemudian bermanuver mengitari satelit China lainnya