Jakarta, Beritasatu.com – Ruang publik saat ini semakin dipenuhi komentar, perdebatan, demonstrasi, hingga opini di media sosial. Kondisi tersebut membuat suara yang paling sering terdengar kerap dianggap sebagai suara mayoritas.
Padahal, kelompok yang paling vokal belum tentu mewakili sebagian besar masyarakat, karena di tengah ramainya percakapan publik, ada kelompok yang memilih tidak menyampaikan pandangannya secara terbuka.
Kelompok tersebut disebut sebagai silent majority atau mayoritas yang diam, namun tak berarti tidak memiliki pendapat. Sebagian memilih tidak berkomentar, tidak mengikuti perdebatan, atau