Jakarta, Beritasatu.com – Generasi muda Indonesia diminta tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi atau menjadi pencipta konten. Di tengah perubahan yang semakin cepat, mereka juga dituntut mampu melahirkan gagasan, menjaga nalar kritis, dan memberi arah bagi masa depan Indonesia.
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai ruang digital membawa tantangan bagi demokrasi karena dapat dipenuhi hoaks, sensasi, kemarahan, dan kebencian.
“Banjir informasi bisa membawa lumpur. Ruang digital dapat dipenuhi hoaks, sensasi, kemarahan, kebencian, berbagai bentuk noisy. Tetapi saya percaya pada akhirnya masyarakat