Jakarta, CNBC Indonesia - Perang di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melontarkan ancaman baru kepada Amerika Serikat (AS). Ketegangan meningkat di tengah serangan kedua pihak dan tekanan ekonomi akibat sanksi Washington.
Teheran memperingatkan bahwa setiap serangan berikutnya terhadap kepentingan Iran akan dibalas dengan respons yang lebih cepat dan menyakitkan. Peringatan tersebut ditegaskan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf yang menyebut aturan main dalam konflik dengan Amerika Serikat (AS) telah berubah.
"Mulai sekarang, setiap serangan terhadap kepentingan dan keamanan Iran