REPUBLIKA.CO.ID, PARIS—Jamuan tradisional Prancis kini menjadi arena baru dalam pertarungan mengenai identitas dan rasa memiliki.
Di sejumlah kota, digelar acara makan bersama dalam skala besar yang menampilkan kuliner lokal, anggur, serta lagu-lagu nasional.
Namun, kegiatan tersebut memicu perdebatan mengenai kaitannya dengan kelompok sayap kanan ekstrem dan posisi umat Islam di Prancis.
Surat kabar Inggris The Telegraph melaporkan fenomena tersebut. Korespondennya, Henry Samuel, menggambarkan suasana sebuah jamuan di Kota Bourges, Prancis tengah, yang dihadiri sekitar 1.800 orang.
Acara itu diisi dengan