Jakarta (ANTARA) - Chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin sering digunakan sebagai tempat bercerita dan mencari dukungan emosional. Namun, membagikan masalah pribadi kepada chatbot tetap memiliki risiko, terutama terkait privasi data dan keandalan respons.
Kemampuan chatbot dalam merespons percakapan dengan bahasa yang natural membuat pengguna dapat merasa lebih nyaman ketika menceritakan persoalan pribadi. Topik yang dibahas pun bisa sangat beragam, mulai dari masalah pekerjaan, hubungan, keluarga hingga kondisi kesehatan mental.
Meski dapat menjadi sarana untuk mendapatkan informasi atau membantu seseorang