Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Bank Dunia memberikan penjelasan mengenai perbedaan tingkat kemiskinan Indonesia yang diukur menggunakan pendekatan nasional dan internasional.
Perbedaan angka tersebut disebabkan oleh perbedaan metode pengukuran serta tujuan penggunaan indikator kemiskinan, bukan karena adanya perbedaan kondisi kehidupan masyarakat.
Dalam pernyataan resmi bersama antara BPS dan Bank Dunia, di Jakarta, Kamis, disebutkan BPS mencatat tingkat kemiskinan nasional Indonesia pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen.
Sedangkan Bank Dunia memperkirakan 64,1 persen penduduk Indonesia berada di bawah