Setiap 28 Oktober kita kembali mengingat ikrar para pemuda dalam Kongres Pemuda II di Batavia tahun 1928. Mereka mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Tahun ini ikrar itu terasa lebih dekat di hati saya. Kedua putri saya menempuh pendidikan di luar negeri. Si sulung telah menyelesaikan studi doktoralnya di Polandia, lalu menikah dan kini menetap di sana. Adiknya masih kuliah di Aachen, Jerman. Sebagai ayah, pertanyaan yang paling