Ramai di media sosial (medsos) soal pembalut dikenakan pajak. Banyak netizen mempertanyakan alasan pembalut perlu dikenai pajak, padahal hal tersebut merupakan kebutuhan dasar perempuan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie buka suara. Menurut Anindya, setiap upaya penambahan penerimaan negara perlu diimbangi dengan insentif untuk mendorong investasi.