(STIBA.ac.id) Nagekeo — Tiga jam perjalanan dari Ende menuju Mbay membawa Ahmad bin Suardi pada pemandangan yang sulit dilupakan. Rumah-rumah rusak, warga memilih bertahan di luar bangunan, sementara sebagian lainnya mengungsi ke daerah yang lebih tinggi karena khawatir gempa susulan kembali mengguncang.
Di tengah listrik yang padam dan jaringan komunikasi yang belum stabil, alumnus IAI STIBA Makassar itu tiba bersama tim relawan untuk menjangkau warga terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
“Yang paling membuat saya tersentuh adalah melihat