Jakarta, CNBC Indonesia - Emas sebagai aset instrumen lindung nilai menjadi primadona masyarakat untuk mengamankan sebagian hartanya. Namun, ternyata ribuan ton emas masih bersemayam di bawah bantal alias belum masuk ke sistem keuangan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, sebagian masyarakat masih belum percaya pada lbaga penympanan untuk mengamankan emas mereka. Padahal, emas yang belum masuk ke sistem keuangan jumlahmya cukup besar, yaitu mencapai sekitar 1.800 ton.
Sebanyak 1.800 ton emas itu menurut Airlangga memiliki nilai sebesar US$ 252