TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat membawa berbagai partikel berbahaya, terutama partikulat halus PM2,5 yang bisa masuk jauh ke dalam saluran pernapasan bahkan paru-paru.
Karena itu, pemilihan masker menjadi salah satu cara untuk mengurangi paparan asap saat masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.
Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan (Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi) Konsultan Agus Dwi Susanto mengatakan, masker yang digunakan sebaiknya diutamakan yang memiliki kemampuan menyaring partikel halus, terutama PM2,5.
“Yang bisa dilakukan warga