JAKARTA, KOMPAS.com - China pernah menjadi salah satu pasar paling menarik dan tumbuh paling cepat bagi banyak merek asal Amerika Serikat (AS).
Dengan populasi lebih dari 1,4 miliar orang dan peluang bisnis yang besar, berbagai perusahaan AS berlomba memanfaatkan potensi pertumbuhan di China.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah merek konsumen seperti Nike, Starbucks, dan General Motors mulai kehilangan momentum.
Ketegangan geopolitik, persaingan dari perusahaan domestik, serta kegagalan sebagian perusahaan AS memahami perubahan perilaku konsumen China membuat posisi mereka melemah.