TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kredit perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai Rp176,30 triliun hingga Juni 2026 atau semester I 2026.
Nilai tersebut tumbuh 5,27 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch Muchlasin, mengatakan berdasarkan jenis penggunaannya, kredit produktif masih memiliki porsi lebih besar dibandingkan kredit konsumtif.
Diketahui, perbedaan utama antara kredit konsumtif dan produktif terletak pada tujuan penggunaannya.
Kredit konsumtif dipakai untuk memenuhi kebutuhan atau barang pribadi yang sifatnya habis