Jakarta, Beritasatu.com - Pasar surat utang negara (SUN) diperkirakan masih bergerak dalam fase wait and see hingga beberapa bulan ke depan. Imbal hasil (yield) SUN tenor 10 tahun diproyeksikan cenderung sideways dengan bias turun tipis, seiring fondasi ekonomi domestik yang relatif solid.
Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendi Manilet mengatakan kondisi domestik menjadi penopang pasar SUN, terutama setelah inflasi Juli 2026 tercatat 2,88% dan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026.
Pada sisi moneter, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga