Di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, muncul istilah lavender marriage yang mungkin terdengar asing bagi sebagian masyarakat Muslim. Istilah ini merujuk pada pernikahan antara laki-laki dan perempuan yang dilakukan untuk menyembunyikan orientasi seksual salah satu atau kedua pihak. Dalam praktiknya, pernikahan ini dapat menjadi semacam “kamuflase” agar seseorang terlihat heteroseksual di hadapan keluarga, masyarakat, atau lingkungan keagamaannya.
Fenomena ini menjadi pertanyaan penting bagi kita, bagaimana Islam memandang pernikahan yang sejak awal dibangun dengan tujuan menyembunyikan kenyataan dari pasangan? Jawabannya