Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan soal potensi emas sebesar 1.800 ton di bawah bantal masyarakat Indonesia.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan istilah tersebut dimaksudkan secara harfiah sebagai emas yang ditemukan secara fisik di bawah bantal masyarakat.
Menurutnya, istilah merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan lintas generasi, sejalan dengan budaya masyarakat Indonesia yang secara tradisional menjadikan emas sebagai salah satu bentuk simpanan dan penyimpan nilai.
"Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan