Kasus pemerasan dan gratifikasi yang terjadi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggemparkan dunia pendidikan tinggi. Peristiwa ini kemudian memicu berbagai respons, termasuk adanya pihak yang mengusulkan dihapuskannya seleksi mandiri perguruan tinggi negeri.
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Eduart Wolok mengatakan jalur mandiri dibutuhkan salah satunya supaya perguruan tinggi bisa melakukan penerimaan mahasiswa baru secara afirmatif. Jika dihapuskan, maka akan ada konsekuensinya.
"Jalur mandiri itu kita butuhkan termasuk untuk bagaimana menyesuaikan dengan kondisi geografis demografis dari wilayah masing-masing