TRIBUN-TIMUR.COM - Isu pernikahan anak menjadi perhatian dalam pertunjukan monolog dan diskusi bertajuk Lika-Liku Menjadi Ibu dan Anak yang digelar di Gedung Serbaguna, Pulau Lae-Lae, Senin (24/8/2026).
Kegiatan ini menggunakan seni pertunjukan sebagai ruang untuk membicarakan pengalaman perempuan, terutama terkait pernikahan usia anak, tekanan sosial, serta persoalan yang dapat membatasi hak dan pilihan anak perempuan.
Fenomena pernikahan anak bukan sekadar cerita, ia adalah persoalan struktural yang luas di Indonesia.
Berdasarkan laman resmi The Child Marriage Data Portal, sekitar 16 persen