Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk mengakui dirinya sempat terlalu larut dalam dunia politik ketika dekat dengan Donald Trump dan memimpin Department of Government Efficiency (Doge), lembaga yang menangani efisiensi anggaran pemerintah Amerika Serikat.
Pengakuan itu disampaikan Musk dalam wawancara berdurasi 90 menit dengan The Economist. Dalam wawancara tersebut, Musk membahas berbagai isu, mulai dari politik, kecerdasan buatan (AI), perang, hingga prediksinya mengenai masa depan.
"Terus terang, saya terlalu terbawa," kata Musk mengenai hubungannya dengan Trump, dikutip dari The Guardian,