Oleh: Mohammad Ayub Mirdad, Dosen Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Airlangga/Koordinator Lab Centre for Strategic and Global Studies (CSGS)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perang Amerika Serikat dan Iran memasuki bulan keenam dan konsekuensinya mulai jauh melampaui Timur Tengah. Krisis berkepanjangan di Selat Hormuz tidak hanya mengganggu arus energi global, tetapi juga memaksa Washington menghitung ulang posisi strategisnya. Dalam situasi seperti ini, Afghanistan—lima tahun setelah ditinggalkan Amerika—bisa kembali memiliki nilai strategis yang selama ini dianggap telah hilang.
Pertanyaannya bukan apakah Amerika akan kembali